6 Jenis Kain Katun Yang Seing Digunakan Untuk Konveksi Kaos

Ada beragam jenis bahan kain kaos yang tersebar di pasar dan digunakan sesuai kepentingan masing-masing. Pada umumnya, bahan kain kaos yang wajar dipakai terbagi menjadi dua: bahan kain kaos organik dan bahan kain kaos sintesis.

Bahan kain kaos organik ialah bahan kaos yang kandungan bahan intinya datang dari alam. Umumnya bahan khusus kain itu datang dari kapas yang selanjutnya diolah menjadi katun.

Dan bahan kain kaos sintesis memiliki kandungan kombinasi kimiawi yang diolah sedemikian rupa, sehingga menghasilkan bahan kain kaos yang pantas digunakan customer pada harga dan ongkos produksi yang terjangkau.

Bersamaan berkembangnya tehnologi, saat ini banyak bahan kain organik yang dipadukan dengan bahan sinetesis dan hasilkan variasi baru kain ini juga kerapa diajdikan untuk bahan dasar konveksi seragam murah karena harganya.

Bahan Kain Katun Dari Jenis Hingga Kekurangan dan Kelebihan

Pada kali ini, kami akan mengulas beberapa jenis bahan kain kaos katun yang terkenal dan sering dipakai konveksi kaos dalam pembuatan kaos. Rupanya ada beberapa jenis kain katun yang mungkin belum kita ketahui, lho. Berikut penjelasannya

1. Katun Combed

Bahan kain kaos Katun Combed dibuat dari serat kapas alami murni 100 %. Karakteristik Katun Combed mempunyai struktur yang lembut, dingin, nyaman, dan meresap keringat, sehingga sangat nyaman dan pas digunakan di Negara tropis seperti Indonesia.

Kain Katun Combed mempunyai serat benang yang lebih lembut dan rata sehingga tampilannya akan jadi lebih lembut , rata dan rapi. Hal ini karena bahan kain kaos Katun Combed melalui beberapa tahapan panjang.

Di antara tingkatan yang paling membedakan dengan bahan katun lain adalah proses combing yang menyortir bulu-bulu tersisa. Bahan Katun Combed juga makin terasa lembut

Ada banyak jenis kain Katun Combed yang tersebar di pasar, dilihat dari gramasi atau kerapatan benangnya. Umumnya, yang kerapkali dipasarkan di pasar ialah Katun Combed dengan gramasi 20s, 24s, 30s.

Tetapi, seringkali distro dan clothing line memproduksi sendiri gramasi kaosnya dengan settingan combed 28s, 32s, 40s dan lain-lain. Gramasi atau kerapatan benang punya pengaruh pada ketebalan kaos.

Umumnya pabrik bahan kaos yang menghasilkan membedakan gramasi kaos berdasarkan kebutuhan pasar yang ada.

2. Katun Carded

Sama dengan Katun Combed, Katun Carded dibuat dari serat kapas alami murni 100 %. Tetapi bedanya Katun Carded tidak lewat proses combing. Sehingga bahan kain Katun Carded mempunyai serat benang yang tidak lebih lembut dari Katun Combed.

Dapat disebut, kain Katun Carded sebagai kain KW1 nya kain combed. Hasil rajutan dan struktur bahan katun carded kurang lembut dan kurang rata. Meskipun demkian, kain Katun Carded masih tetap menjadi satu diantara favorite karena harganya lebih murah dibanding bahan kain Katun Combed.

Bahan kain Katun Carded kerap dipakai untuk kaos-kaos dengan sasaran pasar kelas menengah, misalkan untuk kaos oblong olahraga, kaos promo, seragam pekerja, dan sebagainya.

3. Katun Tetteron atau Tetteron Cotton (TC)

Bersamaan dengan perkembangan tehnologi, dampak tehnologi memasuki pada pemrosesan bahan kain kaos. Banyak bahan kain dari hasil penyatuan katun dan Polyester, satu diantaranya ialah TC. Jenis bahan kain kaos ini sebagai kombinasi dari 35% kain katun dengan 65% kain polyester.

Kain TC lebih plastis dan tahan kusut, dan tidak mudah molor. Tetapi bahan kain kaos ini kurang dapat meresap keringat, sehingga kurang nyaman digunakan sehari-hari. Bahan kaos katun tetteron umumnya dipakai untuk momen sekali pakai, sehingga lebih mengirit bujet belanja kaos.

4. Katun Viscose atau Cotton Viscose (CVC)

Senasib dengan kain TC, kain Katun Viscose atau dikenal dengan CVC ialah bahan kombinasi di antara kain katun dengan kain sintesis polyester. Bahan kain kaos ini merupakan kombinasi dari 55% kain katun dan 45% Polyester.

Sifat bahan TC seperti CVC. Keunggulan pada bahan ini ialah tingkat shrinkage (susut pola) yang lebih kecil dari bahan katun.

Jenis bahan ini memiliki sifat meresap keringat lebih bagus dari CVC. Hal ini karena kandungan katun yang lebih mendominasi dan komposisinya lebih bagus dari kain TC kain ini juga cocok digunakan untuk konveksi daster.

5. Katun Pique

Kain Katun Pique ialah jenis kain katun yang mempunyai pori-pori. Perbedaan kain Katun Pique dengan lainnya ialah mode rajutannya yang terasa dan memiliki pori. Tidaklah aneh bila kain Katun Pique ini menjadi bahan kain favorite dalam pembuatan kaos polo.

Untuk membuat kaos polo tersebut umumnya dipakai kerah jadi sebagai alternatif rib yang umum digunakan kaos biasa.

Kain ini kerap disebut dengan kain Katun Lacoste, padahal kain Katun Lacoste adalah cabang jenis dari Katun Pique. Kain Katun Pique ada yang dibuat berbahan katun murni dan ada juga yang digabung dengan polyester, atau gabungan ke-2 nya.

Umumnya jenis Katun Pique yang memiliki kandungan katun murni 100 % mempunyai persentase shrinkage yang tidak bisa diprediksi. Penyusutan kain umumnya terjadi pada pencucian pertama.

Kain Katun Pique yang dibuat dari katun dapat meresap keringat, sehingga semakin nyaman dipakai.

6. Katun Bambu

Bahan kain katun bambu termasuk sebagai bahan kain mode baru di dunia industri konveksi kaos. Serat kain bambu disebut sebagai bahan kain kaos yang yang mempunyai proses pengembangan paling cerah yang pernah ada.

Dikatakan sebagai hasil revolusi ke-5 dari industri pertekstilan setelah katun, wool, sutera dan kain lenan.
sesudha
Pada awal penemuannya, bahan kain katun bambu biasa dipakai sebagai bahan pembuat produk style dan keperluan rumah tangga, seperti baju dalam, kaos kaki, dasi, handuk, sapu tangan, masker, becover, bahkan popok bayi.

Tetapi seiring berkembangnya pengolahan, sekarang katun bambu makin terkenal digunakan untuk memproduksi bahan kaos.

Penutup

Kain Katun memang sering digunakan untuk konveksi kaos karena harganya yang murah dan kualitas yang ditawarkan, untuk itu kain jensi ini memang sanagatlah cocok untuk hal ini. Semoga bermanfaat!.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *